Saturday, July 6, 2019

Dunia Teknologi Yang Pesat, Apakah Robot Dapat Mengambil Pekerjaan Manusia?

Dunia Teknologi Yang Pesat, Apakah Robot Dapat Mengambil Pekerjaan Manusia?

PRUPOP.com - Perkembangan zaman yang sudah penuh dengan kecanggihan, dunia teknologi hingga transportasi yang luar biasa di kenal dunia. Tak kalah robot salah satunya yang sudah dikenal dunia.


Robot yang di ciptakan dan dikembangkan oleh manusia ini, mampu melakukan sebuah pekerjaan menjadi lebih cepat dibadingkan manusia itu sendiri. Dengan hadirnya para robot-robot ini membuat semua orang takut akan kehilangan sebuah pekerjaan selama ini yang mereka kerjakan.

Tak hanya itu, para siswa atau mahasiswa yang telah lulus dan ingin mencari sebuah pekerjaan tidak akan semudah yang dibayangkan, mereka takut tidak akan ada lagi yang membutuhkan tenaga kerja manusia.

Kehadiran robot membuat mereka terancam menjadi seorang penganguran. Namun, apakah benar lapangan pekerjaan manusia akan hilang akibat robot saja?

Salah satu studi yang dilakukan lembaga riset McKinsey Global Institute sedikit membenarkan kegelisahan tersebut. Studi ini memperkirakan di tahun 2030 nanti 400-800 juta pekerja di seluruh dunia berpotensi kehilangan pekerjaan akibat adanya otomatisasi. 

Fyi, yang dimaksud otomatisasi adalah ketika sebuah pekerjaan dapat dikerjakan sebuah sistem komputerisasi secara otomatis tanpa membutuhkan tenaga manusia.

Besarnya jumlah tenaga kerja yang tergantikan ini tidak lepas dari semakin "pintarnya" sistem komputerisasi saat ini. Kemajjuan teknologi artificial Intelligence membuat banyak pekerjaan yang saat ini dikerjakan manusia bisa digantikan oleh mesin.

Bahkan dengan hasil yang lebih baik dan biaya lebih efisien. Kelebihan ini membuat daya tarik otomatisasi kian seksi di mata perusahaan, karena dapat meningkatkan efisiensi yang menjadi kunci pertarungan bisnis saat ini.

Studi World Economic Forum 2018 juga mendeteksi fenomena peningkatan penggunaan robot untuk menggantikan peran manusia. Salah satu hasil penelitian dari studi ini menunjukkan, jenis pekerjaan terkait mengevaluasi informasi dan administrasi akan paling cepat digantikan oleh keberadaan robot. Beberapa contoh pekerjaan itu seperti data entry, akuntan, pekerja pabrik, sampai kurir.


Akan tetapi, studi McKinsey dan World Economic Forum sebenarnya juga menyampaikan kabar baik, yaitu munculnya kesempatan kerja baru ketika era robotik mulai mendominasi.

Seperti diungkap penelitian McKinsey, otomatisasi akan meningkatkan produktivitas, yang justru membuat roda ekonomi berputar lebih baik. Akan terjadi peningkatan pendapatan utamanya di negara berkembang, membaiknya konisi kesehatan masyarakat, serta munculnya konsep ekonomi baru yang membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.


Sementara studi World Economic Forum memperkirakan, akan ada 75 juta pekerjaan yang akan digantikan robot. Namun angka itu lebih sedikit dibandingkan kemunculan 133 juta lapngan pekerjaan baru yang menanti para pencari kerja di masa depan. Beberapa jenis pekerjaan baru yang akan dicari (bahkan saat ini sangat dicari) adalah data analyst, machine learning specialist, atau big data specialist.


Sedangkan menurut McKinsey, pekerjaan di masa depan akan menuntut kreativitas dan kemampuan menganalisis, serta kemampuan emosional dan sosial yang baik. Semua aspek tersebut relatif sulit digantikan mesin, sehingga menjadi pembeda signifikan antara manusia dan mesin.


Dengan kata lain, lapangan pekerjaan dimasa depan sebenarnya justru lebih terbuka dnegan kehadiran teknologi robot. Akan tetapi, pekerjaan di masa depan membutuhkan keahlian atau skills berbeda dibanding pekerjaan saat ini.

Pertanyaan besarnya adalah, apakah kita mampu beradaptasi dan mempelajari skills baru tersebut? Jika iya, kita akan mendapatkan pekerjaan yang menantang dan memberi imbalan ekonomi yang besar. Namun jika tidak, kita terpaksa pasrah menjadi korban kemajuan teknologi.

Jadi anak muda, jangan takut dengan robot. Lebih baik asah kemampuan agar siap menghadapi era ekonomi baru.

0 comments:

Post a Comment